Celoteh Benak






         

May 8, 2009

Untuk Wisni

Filed under: Uncategorized — celotehbenak @ 11:35 pm

Ukhuwah itu bukan terletak pada pertemuan, bukan pada manisnya senyum di bibir, tetapi pada ingatnya seseorang terhadap saudaranya di dalam doanya

-Al-Ghozali-

Hari ini adalah ulang tahun sahabat saya.  Sahabat yang telah sewindu saya mengenalnya.  Wanita yang semoga semakin mengenal baik Tuhannya.  Tuhan Yang telah memberikan lelaki yang membantu menyempurnakan agamanya.  Tuhan Yang telah meluaskan rizqinya.  Tuhan Yang telah menerbangkannya ke beberapa kota indah pemandangannya. Fabiayyi alaa irobbikuma tukadzdzbaan.

Kawan, hari ulang tahun memang hari yang istimewa.  Menjadi istimewa karena perhatian tulus, semisal SMS, telpon, testimonial, comment wall, ceplokan telor, dari orang terdekat yang kita sayangi.  Tanpa itu semua, hari ulang tahun tak ubahnya hari-hari biasa yang berlalu tergerus gegas waktu.

Masa lalu yang tak akan pernah kembali.  Setiap orang memiliki masanya sendiri. Dan kelak, yang paling penting, bukan berapa lama tahun yang kamu lewati.  Tetapi, bagaimana kamu menjalani kehidupanmu sepanjang tahun-tahun tersebut*.  Jalan hidup yang merupakan kapasitas dan kadar kemampuan dari hamba yang telah Allah berikan untuknya.  Dan kelak, hanya orang-orang yang khusyuk sajalah yang dapat memenuhi seruan; hayya alal falah – mari meraih kebahagiaan.

Entah apa yang terjadi kelak; wajah yang menghitam atau wajah penuh cahaya.  Tak pantas pula kiranya berandai-andai untuk kehidupan akhirat.

“Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri.Dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar)

QS. 52 : 48-49

Wahai jiwa yang merindukan kebahagiaan, untukmu saudariku, selamat ulang tahun.  Semoga yang terbaik dari Yang Maha Hidup dan Yang Maha Mematikan, Yang Maha Pemberi Manfaat dan Yang Maha Pemberi Mudharat, senantiasa tercurah untukmu, untuk lelakimu, untuk keluargamu, dan untuk orang-orang yang dekat di sekitarmu.  Amiiin.

*Abraham Lincoln

March 13, 2009

Memaknai Keindahan

Filed under: Uncategorized — celotehbenak @ 7:43 pm

A thing of beauty is a joy forever:

Its loveliness increases; it will never pass into nothingness.

-John Keats-

Tuhan Maha Adil, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang.  Selamanya akan demikian.  Perjalanan ini pada akhirnya ‘menghantarkan’ kerinduanku kepada-Nya melalui cara yang ku benci pada mulanya.  Mengajarkan hakikat ‘Hidup’ yang berujung pada satu kata; Indah.  Sy memercayainya, dengan segenap hati.  Penuh keikhlasan.  Mengharap ridho-Nya.

Ah, betapa saat ini sy begitu menyukai untaian kata-kata ini: Mengajarkan hakikat ‘Hidup’ yang berujung pada satu kata; Indah.  Amboi.  Entah mengapa.  Ada rasa yang teramat menyejukkan di dada ini setiap kalimat itu terbaca.

Begitulah adanya.  Sy telah melalui masa-masa yang tidak menyenangkan.  Tak ada yang paling tidak menyenangkan selain menghadapi kenyataan bahwa hidup tidak berjalan seperti yang kita rencanakan.  Tak ada puisi.  Hari-hari selanjutnya terasa hambar.  Pagi terganti malam.  Pun sebaliknya.  Menjenuhkan.  Sangat.

Waktu berputar.  Gegas.  Melemparkan sy.  Keras.  Meski sejatinya sy ingin tetap berada dalam putaran waktu; senang, sedih, hitam, putih, malam, gerimis. Semuanya.  Betapa sy menikmati semua peristiwa-peristiwa itu.  Sy ingin tetap bertahan, namun apalah daya.

Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?

dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,

yang memberatkan punggungmu,

Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu,

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan

sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

QS. Alam Nasyarah: 1-8

Dalam buku favorit sy, Musyawarah Burung, Fariddudin Attar berkisah tetang burung Bulbul yang begitu mencintai mawar sehingga ia berkata, ‘Cukuplah bagiku keindahan mawar itu. Kuyakin sepenuhnya mawar itu akan selalu mengembangkan putik-putik sarinya karena kecintaannya jua kepadaku. Aku tak bisa hidup jika harus meninggalkannya. Aku tak mau hidup bila tak dapat lagi memandang rekahan mawar itu.’

Kawan, melupakan kenyataan bahwa sang mawar bisa melukai lewat duri-durinya adalah kesalahan.  Tetapi, melupakan bahwa sang mawar bisa menggugurkan kelopaknya adalah kebodohan.  Keindahan lahiriah adalah bersifat sementara.  Karena, di dalam segala kebesaran ada banyak keterbatasan seperti kepekatan awan yang sirna diterpa angin, begitulah alam mengalun harmoninya agar manusia belajar bagaimana merajut cinta (author unknown).

Sy telah belajar banyak di antara semua keindahan harmoni, dan sekarang sy sedang menikmati harmoni itu.  Sy merasa, sy telah melewati masa-masa yang tak menyenangkan.  SY bersyukur karenanya.  Betapa hidup yang sedang sy jalani ini ternyata mengalun indah.  Sangat-sangat indah.  Ya, indah.

February 7, 2009

stimator dot com

Filed under: Uncategorized — celotehbenak @ 1:03 am

Dunia luna maya itu sangat luas.Sungguh.  Sy serupa anak autis yang kalau sudah di depan komputer yang terhubung dengan internet bisa berjam-jam menghabiskan hari.  Sendiri saja.  Tak puas di hari kerja, hari liburpun sy sering menghabiskan hari dengan pergi ke warnet Aikon.

Kalau sy sudah berselancar di dunia luna maya, yang sering sy singgahi adalah halaman Google.  Menuliskan keyword apa saja yang terlintas di benak.  Hingga sy terdampar di sini, real website value estimator.  Tak perlu kan sy terjemahkan arti dari kalimat itu. Please dong ah.. :D

Selanjutnya, kalian, pengunjung setia blog sy bisa langsung mengunjungi halaman dari link yang sudah sy beritahukan itu.  Tapi, Teman.  kalian harus berjanji dahulu.  Mengunjungi link itu kalau kalian sedang senggang saja ya.  Kalau tidak, takutnya malah mengganggu pekerjaan kalian.

Nah, sy sudah mengecek berapa nilai blog sy ini.  Sekitar $ 5.137!! Wuih, uang yang banyak, bukan?! Sementara blog sy yang lain bernilai lebih rendah.  Sekitar $ 315! Sy tidak terkejut, mungkin karena tidak terawat saja oleh sy maka nilainya lebih rendah. haiah!

Baiklah, inti dari sy mem-posting ini adalah..

mungkin di luar sana, kalau memang ada yang berniat membeli blog milik sy, silahkan hubungi sy.  Hahahaha…

November 3, 2008

Conversation III

Filed under: Uncategorized — celotehbenak @ 5:43 am

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. 29 : 69)

Ia adalah sahabat sy.Sahabat istimewa.Wanita sederhana yang setia.Mengenalnya adalah salah satu berkah dalam hidup sy.Sy menyayanginya.Sangat.Sungguh.Hingga, bagaikan mimpi (hehehe.. berlebihan ya :p), namanya hadir dalam layar telepon genggam sy beberapa hari lalu.

Dalam perbincangan belasan menit itu, sy tahu ia sedang gelisah.Gelisah tentang ‘sesuatu’ yang tidak sesuai dengan kata hatinya.‘Sesuatu’ yang membuatnya menjadi demotivasi.(halah, bahasamu.. tak tahan aku).‘Sesuatu’ yang dalam sebulan ini membuatnya dalam situasi ketakutan dan keraguan.Pada akhirnya akan membuatnya menjadi pesimistis.

Jika berkenan, kenanglah ini, saudariku…

“LAA ILA HA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINAZ DZALIMIIN”

Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”

Karena hidup adalah pilihan, maka hadapilah dengan gagah. Karena hidup adalah pilihan, maka pilihlah dengan bijak.Setiap detik yang dilalui harus kita pertanggung jawabkan. Bukankah kerap terdengar kalimat seperti itu dalam keseharian kita?

Pada akhirnya, semoga semakin dalam tertancap di hati kita bahwa Ia, Allah Yang Maha Agung, adalah segala-segalanya.Amiin :)

untuk ia yg sedang gelisah…

May 19, 2008

Mencari jalan pulang

Filed under: Uncategorized — celotehbenak @ 9:06 pm

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun

Terbayangkan oleh benakku, di atas gundukan tanah merah yang masih basah, pelayat menaburkan kembang kesedihan sembari mendendangkan getir senandung kerinduan.  Betapa kehilangan orang tercinta begitu mengguncang jiwa.  Aku ada di sana hari itu, saat sore diiris gerimis airmata, untuk memberikan ucapan selamat jalan kepada ayah dari seorang sahabatku yang telah pergi meninggalkan dunia ini.

Terbayangkan oleh benakku, pada kayu bercat putih yang telah mengukir namanya juga semua kenangan yang tercipata pada putaran waktu, betapa setiap jiwa yang mati akan keras bekerja mencari jalan pulang.  Jalan sepi yang panjang yang kelak pasti akan ku lalui nanti.  Jalan sepi yang panjang yang belum sepenuhnya ku pahami kini.  Menimbulkan ketakutan yang menuntunku mencari jalan itu.  Dan tak ketemu.  Ketakutan hanya membawaku kepada lautan pemikiran.  Ketersesatan yang ke sekian kalinya.  Keterasingan dalam riak airmata pelayat.

Aku memaki jiwaku.  Betapa pandirnya ia karena ketidakbecusannya menciptakan sebuah jembatan ke langit dari setiap luka yang tercipta juga airmata dalam hidupku.  Aku memaki jiwaku.  Menjerit kepada langit yang setiap jeritanku semakin mengeraskan hatiku.

Ya, Rahmaan.  Ya, Rahiim.  Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orangn-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.  (Al-Faatihah)

Sekarang langit tak lagi gerimis.  Hanya menyisakan mendung di hati.  Hanya menyisakan jejak yang masih tertinggal di tanah basah ketika kaki melangkah.  Saatnya aku pamit, setelah sebelumnya mengokohkan semangat sahabatku, untuk melanjutkan perjalananku mencari jalan pulang yang membawaku kepada ketenangan.  Ya, tenang.  Jiwa yang tenang.  AKu ingin tenang.

May 18, 2008

Memeluk Mei

Filed under: Uncategorized — celotehbenak @ 12:14 am

Aku menatap kalender yang tergeletak di atas monitorku.  Setelah
April yang tak tentu berlalu, kadang hujang kadang panas, giliran Mei
yang akan berlaku.  Satu bulan dari dua belas bulan yang selalu ku
nanti belaiannya selain bulan syawal :p.  Lalu, seperti
bulan-bulan yang telah pergi tahun ini, separuh Mei kali ini juga
sepertinya tak ada apa-apa.  Tak ada kesibukan.  Kalaupun sibuk, itupun
sibuk mencari kesibukan :D

Masih giat bermimpi, dan kerap menyesuaikan diri dengan realita yang ada.  Gagal.  Gagal.  Sepertinya kali ini akan berhasil.  Weks, gagal lagi.  Gagal.  Gagal.  Yes, akhirnya berha.. tapi kok?!
Yah, begitulah.  Menerima dengan segenap hati setiap buah dari benih
yang tertanam dimasa lalu.  Tidak membuang semua kegagalan itu, tetapi
menumpuknya di keranjang insert coin jika dirasa kegagalan
itu sewaktu-waktu masih bisa ditaklukan dengan taktik yang berbeda.
Termasuk kegagalan dalam memadu asmara.  Jadi, lupakan saja dia
sekarang untuk sementara.  Fokus mengelola diri dan menata kembali sisi
lain dalam hidup.  Lalu, muncul kembali dari persembunyian disaat yang
tepat (semoga saat yang tepat itu senantiasa ada) dan membiarkan takdir
menuliskannya dalam lembaran kisah asmaraku.  Yah, siapa yang tahu.  Skill mah belakangan, hasil jeblok juga gapape, yang penting fighting spirit! 
Begitulah aku biasa menghibur diri dan menahan perih.  Karena ku tahu
ada banyak tanya darinya mengenai langkah yang ku ambil ini.

Dengan menyebut nama Tuhanku Yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang.  Semoga hal yang telah terjadi bukanlah sebuah dosa, tetapi
hanyalah sepenggal do’a dari Adam untuk Hawa yang merindukan cinta-Nya
agar cenderung tentram.  Semoga Ia berkenan.  Amiin.

Aku tahu, aku lahir ke dunia disertai dengan banyak harapan.
Harapan orang tua, harapan teman-teman, serta harapan Hudhud, yang juga
telah menjadi harapan terbesarku.  Setelah mengikuti Musyawarah Burung,
yaitu untuk menemui Simurgh.  Rasanya terjal sekali menuju kesana.
Meski ku tahu dengan pasti bahwa ada taman yang teramat indah di ujung
jalan yang terjal dan berbatu ini.

Kasihan anak Adam,
padahal mengangkat bebatuan lebih mudah baginya
daripada meninggalkan dosa-dosa
(Yahya bin Mu’adz)

Pada akhirnya, untuk jiwaku yang ada pada-Nya dalam genggaman.
Selamat mencumbui Mei.  Semoga separuh Mei yang tersisa dan bulan-bulan
selanjutnya menjadi jauuuhh lebih nikmat, atau setidaknya sedikiiitt
lebih nikmat dari tahun-tahun yang telah lalu.  Harapan ini semoga juga
menyertai kepada sahabat-sahabatku lainnya yang juga ikutan sibuk
mencumbui Mei:  David Beckham (2 Mei), Cesc Fabregas (4 Mei), Patrice
Evra (15 Mei), Ricardo Carvalho (18 Mei), Andra Pirlo (19 Mei), Iker
Casillas dan Peter Cech (20 Mei), serta Steven Gerrard (30 Mei).  Forza
Milan, and you’ll never walk alone!  Hehehe…

March 4, 2008

man jadda wajada

Filed under: Uncategorized — celotehbenak @ 8:21 pm

 
Kemungkinan untuk mewujudkan mimpi menjadi kenyataan membuat hidup menjadi menarik
(Sang Alkemis - Paul Coelho)

Mimpi.  Ya, aku pernah menulis tentang mimpi di blog-ku yang lain.  Beberapa kali membaca entah di buku, blog, majalah, atau mungkin mendengar dari cerita beberapa teman.  Bagaimana mereka melakukan sesuatu, mencoba menggapai yang mereka mimpikan setelah sekian lama berusaha dan bekerja keras.  Jatuh dan bangun.  Kerap berpapasan dengan kegagalan, tetapi tetap menyapanya dengan senyuma.  Aku di sini ikut bahagia, terharu, kagum, dan tersentuh sekaligus iri saat membaca, mendengar, menyimak, dan menghayati suka-duka mereka.

Keep on struggling, then you will find the amazing of believing
(author unknown)

Sampai tulisan ini di-posting, aku masih percaya penuh bahwa kunci kesuksesan adalah keyakinan yang sangat kuat terhadap sebuah tujuan yang dibarengi oleh konsistensi atas ikhtiar yang kita usahakan untuk meraih tujuan.  Di India -seperti diwartakan Kompas dalam kolom Kilasan Kawat Sedunia- seorang petani berusia 73 tahun telah 39 kali gagal dalam ujian SMA.  Chivcharan Jatav, demikian nama petani tersebut, tercatat setiap tahun sejak 1969 tidak pernah absen ikut ujian.  Namun dia selalu gagal, termasuk pada ujian tahun ini.  Jatav tidak pernah mengenyam pendidikan formal, juga tidak menikah karena para gadis menolaknya dengan menyatakan kepada keluarganya bahwa ia kurang berpendidikan.  Pun demikian, Jatav mengaku tidak menyesali diri.  "Saya orang yang bahagia dan selalu ingin berjuang," katanya.  Di akhir kisah, yang membuatku takjub, diceritakan bahwa Jatav bertekad tetap terus mengejar cita-citanya menjadi orang yang berpendidikan, meski kerap berkawan dengan kegagalan, sampai berhasil.  Usaha yang luar biasa atas sebuah keyakinan, bukan?!

Apa yang kalian lakukan dalam kehidupan, akan bergaung dalam keabadian
(ucapan tokoh ‘Maximus’ dalam film ‘Gladiator’ untuk menyemangati pasukannya)

Sakit memang bisa memasung raga kita, membungkam mulut kita, tetapi ia sama sekali tidak bisa melemahkan kekuatan mimpi kita.  Selamat berjuang.  Tetap semangat, sayang.  Selamat merengkuh mimpi.  Mimpi yang pada hari ini akan menjadi kenyataan pada hari esok.  Semoga Tuhan semesta alam berkenan, maka segala puji bagi-Nya.

Keinginan untuk berhenti adalah penghalang terakhir Anda dan impian Anda
(Richard DeVos - pendiri dan mantan presiden Amway Corporation)

February 17, 2008

cuma (celoteh) iseng

Filed under: Uncategorized — celotehbenak @ 9:15 pm

Iya, betul bro. Sy baru tahu kalau si pelafal dialog; “Basi, madingnya udah siap terbit!” dalam film AADC sekarang sudah mulai nge-blog. Sy juga baru tahu, belum lama blog-nya di-publish, eh ternyata banyak banget-banget yang antri macam antri minyak tanah untuk berebut dulu-duluan menorehkan komentar.

Dari sekian banyak komentar itu, sudah barang tentu tukang komentarnya berkelamin laki-laki, ada yang memroklamasikan akan menjadi pengunjung setia blog-nya meski baru beberapa hari blog-nya di-publish. Halah, halah, halah, kayak yang ngerti aja. Emang ’setia’ apaan?? Belon pernah miskin aje lu pade!

Dari sekian banyak komentar itu pulalah celoteh ini bermula, bukan dari hasil rangkaian kata-kata si pemilik blog yang seharusnya (menurut sy) menjadi kekuatan setiap blogger untuk menarik minat siapapun yang berkunjung, membuatnya betah berlama-lama, dan membuatnya ingin lagi berkunjung kembali.

Mencerna. Memahami maksudnya. Cukup. Maaf, baru sebatas itu. Belum sampai membuat sy untuk berdecak kagum dan bahkan untuk berujar; hebat, nih orang.

Rasanya seperti membaca datar catatan harian seseorang saja. Orang itu pergi kemana saja, lalu melakukan aktivitas apa saja, dan bertemu siapa saja. Efek kejutnya, mungkin, pada penggunaan kata-kata seperti ‘anjrit’, ‘duaarr’, atau, misalnya, aktivitas remeh seperti bangun kesiangan lalu terbirit-birit menuju ke tempat tujuan dengan muka masih kucel karena cuma sempat mandi koboy, lalu merasa takjub bisa tiba di tempat tujuan dalam waktu singkat tidak seperti waktu tempuh biasanya di tengah kemacetan kota besar macam Jakarta Raya ini. Itu semua, bisa jadi sebagian kebiasaan yang pernah kita alami juga. Cita rasa lain kesehariannya ketika dibandingkan sosoknya yang kita kenal di film atau di televisi. Hei, ternyata si pemilik blog itu juga manusia, sama halnya seperti kita :D
Menarik. Kok, bisa banyak begitu ya komentar-komentarnya? Itu temannya semua? Teman sy, yang kalau dilihat dari friendlist-nya, jumlah temannya mencapai dua ratusan, tetapi kalau dilihat dari jumlah komentar dalam blog-nya tidak mencapai angka puluhan. Nah lho, friend lainnya pada kemana ya? Apa tidak ingin tahu keseharian temannya apa? Hmm, apa karena si pemilik blog itu artis ya, terkenal, cantik pula makanya para tukang komentar seperti berlomba-lomba dulu-duluan menunjukkan ke-friendship-annya. Terus, bagaimana kalau si pemilik blog itu ternyata cuma orang biasa macam sy ini; si penggiat mimpi. Bukan artis, benar-benar orang biasa, biasa banget, banget-banget, tidak terkenal, dan tidak gant.. yah, kalau bicara paras, sy yakin semua teman-teman sy setuju kalau sy ini ganteng. Meski tidak ganteng-ganteng amat, tetapi ganteng dikitlah bila dibandingkan si amat. Apakah akan masih bisa menarik minat para tukang komentar sebanyak itu?

Oke, terus kenapa?

Yaaa, ga kenapa-kenapa juga sih. Cuma, yaaa, ya gitu deh. Cumaaa, tulisan ini mah cuma iseng aja kok. Cuma celoteh seorang biasa yang tidak terkenal untuk idolanya yang kini tak lagi dikaguminya.

Peace :D

November 30, 2007

go blog(er)!!

Filed under: Uncategorized — celotehbenak @ 10:57 pm

Rasanya memang belum lama sy akrab dengan dunia maya dan internet-internet-an.  Mungkin baru pada pertengahan tahun 2001-an sy mulai dekat dengannya.  Karena sebelumnya -seperti olokan seorang teman- sy masih senang bermain dengan anak-anak ingusan lainnya di got atau di comberan.  Lebih-lebih kalau hari turun hujan.  Wuih, kegembiraan tiada tara :p

Mengakrabinya.  Meski awalnya berangkat dari rasa penasaran.  Lalu, mulai googling mencari gambar (Marini Zumarnis dan Marshanda :p), mencari data untuk keperluan tugas kuliah, mengirim surat elektronik, mengenal MIRC, mencari artikel, menjadi provokator di beberapa forum dan mailing list, hingga sy kenal dan jatuh cinta dengan yang namanya blog.

Ya, jatuh cinta.  Sy jatuh cinta pada blog.  Mencintai blog mengakibatkan jaring persaudaraan yang baru.  Menyenangkan.  Sy kerap singgah.  Mencerna isi kepala mereka lewat tulisan.  Memahami maksudnya.  Mengaguminya.  Luar biasa, bukan?!  Bagaimana mereka merangkai kata menjadi untaian kalimat yang indah.  Lewat kata-kata, mereka ubah kesedihan menjadi keikhlasan.  Lewat kata-kata, mereka ubah pengkhianatan menjadi kesetiaan.  Lewat kata-kata, mereka ubah berita kematian menjadi berita kelahiran kehidupan yang baru.  Lewat kata-kata, umpatan marah mereka ubah menjadi kidung yang merdu.  Lewat kata-kata, mereka ubah setiap kecapan rasa negatif menjadi energi pembangun jiwa.  Pembangun jiwa bagi setiap pengunjung yang singgah di-blog-nya, atau setidaknya energi pembangun jiwa bagi dirinya sendiri.

Kisah yang mereka tuliskan pun bermacam-macam.  Tak melulu tentang asmara.  Ada yang kritis menulis tentang politik.  Ada yang menulis tentang agama.  Ada yang menulis tentang sepak bola (baca:sportivitas).  Ada yang menulis tentang keluarga.  Ada yang menulis tentang hidup, film, musik, dan lain-lain.  Ada yang menuliskan kisahnya dengan balutan puisi bak pujangga.  Ada yang menuliskan kisahnya dengan bahasa yang kaku bak seorang wartawan.  Ada yang menuliskan kisahnya dengan bahasa yang ringan tapi sarat makna.  Ada pula yang menuliskan kisahnya dengan bahasa yang konyol.  Ya, masing-masing berbeda-beda.  Setiap orang memiliki gayanya sendiri-sendiri dalam menuliskan kisahnya.  Toh, yang penting pesannya sampai.  Bukan begitu, bukan?!

Mencintai blog, membaca, dan memahami kisah mereka juga mengakibatkan sy menjadi pandai mengira-ngira untuk beberapa hal.  Bagaimana tingkat emosi The Satria to Show, misalnya.  Atau bagaimana karakter si Tarian Daun Musim Gugur yang produktif sangat kalau sedang patah hati.  Atau bagaimana mandirinya si Angin Utara, mengingat perjalanannya ke beberapa daerah seorang diri hanya sekedar memuaskan dahaganya akan travelling.  Pun si Nadia, sy kira ia bukan seorang wanita yang manja.

Tak jarang pula sy berimajinasi.  Memvisualisasikan.  Dibalik tulisan mereka yang indah, kira-kira seperti apa ya rupa mereka?  Benak pun lantas terkonsepkan satu rupa.  Maniskah? Cantikkah?  Tapi satu yang pasti, si Nadia itu cantik sekali.  Sy telah melihat fotonya ;)

Ahh, betah rasanya duduk berlama-lama di depan monitor menyerap energi yang mereka keluarkan lewat kata-kata.  Sungguh menyenangkan.  Seperti halnya kesenangan yang tercipta dari bermain dengan anak-anak ingusan lainnya di got atau comberan.  Lebih-lebih kalau hari turun hujan.  Wuih, kegembiraan tiada tara :D

June 6, 2007

conversation II

Filed under: Uncategorized — celotehbenak @ 9:44 pm

Tidak, sayang.
Jangan terlalu khawatirkan luka itu.
Kekhawatiran yang sepatutnya tidak ada dalam kisah hidupmu.
Percayalah, ia tidak akan membunuhmu.
Ia malah akan membuatmu lebih kuat,
membuatmu bertahan melewati waktu,
membantumu memilih pijakan hidup yang tepat dalam menyempurnakan agamamu,
menemanimu menunggu pagi; menanti fajar kemenangan.
Mungkin saat ini kau ingin mengutuknya.
Tapi tunggulah sebentar,
lihatlah apa yang akan dibawa luka itu untukmu di ujungnya;
pelukan yang terasa lebih hangat dan (semoga) cinta yang lebih hebat.
Jangan tenggelam dan menghilang bersama senja.
Berikanlah persembahan terbaik terakhir untuknya.
Datanglah dengan jiwa yang tenang.
Temui masa lalumu dengan senyuman.
Lapangkan, dan gerimis ‘kan menjadi teman yang menyenangkan.
Pasti!!

Next Page »