Celoteh Benak






         

February 25, 2006

kopipaste; itu baru cinta

Filed under: Uncategorized — celotehbenak @ 1:33 am

“…yang
suka bikin saya feelin blue bukan pasangan muda yang bersemangat
memamerkan api cintanya membara dimana-mana, tapi saya suka terharu
kalau papasan sama pasangan kakek-kakek dan nenek-nenek yang
berbelanja, nyebrang jalan, atau sekedar duduk di halte menunggu bis,
dalam diam sambil berpegangan tangan. isn’t that sweet ? maksudnya,
bangun tiap pagi dan melihat satu wajah yang sama for the rest of your
life ? i dunno …pasti namanya bukan lagi cinta. entah, persahabatan?
persaudaraan?”

Saya
tertarik dengan kalimat-kalimat nya di salah satu tulisan di blog-nya.
Salah satunya yang saya kutip di atas. Saya juga pernah menulis tentang
hal yang kurang lebih sama.
Bahwa seperti yang juga sempat Dee singgung di Supernova-nya.

 

Bahwa
cinta yang membuat tertegun ketika kita berkesempatan menyaksikan
langsung adalah bukan sama sekali cinta yang diatasnamakan dengan PDA
(public display affection) yang kadang lebih terlihat ’kampungan’
daripada ’mengharukan’ dari segi romantisme. (hei ada yg nonton ‘katakan cinta’?? ato ‘kontak jodoh’??)

 

Tapi
adalah cinta yang tenang. Penuh kepercayaan pada satu sama lain, bahwa
mereka akan bertanggungjawab pada pasangannya. Saling mengisi, menjaga,
mengatasnamakan diri. Sehingga tidak ada lagi dia atau saya, yang ada
hanya kami, dengan komitmen untuk membahagiakan satu sama lain,
menghangatkan hari orang-orang sekitar yang berinteraksi dengannya.

 

Saya
berharap bisa merasakan cinta itu hingga nanti. Saat saya dan pasangan tak
lagi bisa menemukan keindahan fisik dari masing-masing diri secara
standar, seperti kulit kencang, badan tegap, senyum menyengangkan
karena gusi masih tertopang gigi, dan lainnya. Karena cinta yang tulus,
hangat dan menerima apa adanya ditengah kebiasaan untuk saling
menghargai akan tak luntur dengan hilangnya perlahan
keindahan-keindahan fisik itu.

 

Tentu
saat itu rasa syukur saya akan kehadiran seorang pendamping hidup akan
semakin bertambah. Berterima kasih pada-Nya tanpa henti atas cinta
karena-Nya yang diberikan pada saya melalui pasangan saya hingga saat itu
tiba. Saat cinta teruji akan ketulusannya…..

*kopipaste; itu baru cinta dr halaman zirlygita.multiply.com .sudah sy edatedit biar pesan yg ingin sy sampein nyampe.oia kopipaste ini tnp seijin yg punya :p*
 



3 Comments »

  1. Cinta, pernah berpikir ga kalo cinta yg banyak orang kenal itu sebenarnya manifestasi dari individualisme manusia aja. Individualisme, karena manusia ga mo merasakan kesepian. invidualisme, ketika manusia butuh sarana penyaluran syahwat. Gw sering berpikir, mgkn cinta itu sebenarnya eufimisme manusia akan syahwat. Dan (so called) cinta, merupakan pembeda manusia dari binatang dalam hal penyaluran syahwat. dan buat nenek2-kakek2, gile… mungkin ntu post-love syndrome. Maqom gw blm sampe ke situ,dan gw ga bisa berkomentar ttg itu: As platonic as Love,with capital L,which was written by Rumi in his poems.

      -bayu galih- — March 20, 2006 @ 3:19 am

  2. Apa2an sih nih ?? gak ngerti gue !!!

      Call me Sandy — April 23, 2006 @ 8:39 am

  3. Love melulu, kapan donk akadnye???? heheheh.

    Gw setuju ma’ be’ghe, btw lanjut terus dah.

      Agoes — April 25, 2007 @ 10:18 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment