go blog(er)!!
Rasanya memang belum lama sy akrab dengan dunia maya dan internet-internet-an. Mungkin baru pada pertengahan tahun 2001-an sy mulai dekat dengannya. Karena sebelumnya -seperti olokan seorang teman- sy masih senang bermain dengan anak-anak ingusan lainnya di got atau di comberan. Lebih-lebih kalau hari turun hujan. Wuih, kegembiraan tiada tara :p
Mengakrabinya. Meski awalnya berangkat dari rasa penasaran. Lalu, mulai googling mencari gambar (Marini Zumarnis dan Marshanda :p), mencari data untuk keperluan tugas kuliah, mengirim surat elektronik, mengenal MIRC, mencari artikel, menjadi provokator di beberapa forum dan mailing list, hingga sy kenal dan jatuh cinta dengan yang namanya blog.
Ya, jatuh cinta. Sy jatuh cinta pada blog. Mencintai blog mengakibatkan jaring persaudaraan yang baru. Menyenangkan. Sy kerap singgah. Mencerna isi kepala mereka lewat tulisan. Memahami maksudnya. Mengaguminya. Luar biasa, bukan?! Bagaimana mereka merangkai kata menjadi untaian kalimat yang indah. Lewat kata-kata, mereka ubah kesedihan menjadi keikhlasan. Lewat kata-kata, mereka ubah pengkhianatan menjadi kesetiaan. Lewat kata-kata, mereka ubah berita kematian menjadi berita kelahiran kehidupan yang baru. Lewat kata-kata, umpatan marah mereka ubah menjadi kidung yang merdu. Lewat kata-kata, mereka ubah setiap kecapan rasa negatif menjadi energi pembangun jiwa. Pembangun jiwa bagi setiap pengunjung yang singgah di-blog-nya, atau setidaknya energi pembangun jiwa bagi dirinya sendiri.
Kisah yang mereka tuliskan pun bermacam-macam. Tak melulu tentang asmara. Ada yang kritis menulis tentang politik. Ada yang menulis tentang agama. Ada yang menulis tentang sepak bola (baca:sportivitas). Ada yang menulis tentang keluarga. Ada yang menulis tentang hidup, film, musik, dan lain-lain. Ada yang menuliskan kisahnya dengan balutan puisi bak pujangga. Ada yang menuliskan kisahnya dengan bahasa yang kaku bak seorang wartawan. Ada yang menuliskan kisahnya dengan bahasa yang ringan tapi sarat makna. Ada pula yang menuliskan kisahnya dengan bahasa yang konyol. Ya, masing-masing berbeda-beda. Setiap orang memiliki gayanya sendiri-sendiri dalam menuliskan kisahnya. Toh, yang penting pesannya sampai. Bukan begitu, bukan?!
Mencintai blog, membaca, dan memahami kisah mereka juga mengakibatkan sy menjadi pandai mengira-ngira untuk beberapa hal. Bagaimana tingkat emosi The Satria to Show, misalnya. Atau bagaimana karakter si Tarian Daun Musim Gugur yang produktif sangat kalau sedang patah hati. Atau bagaimana mandirinya si Angin Utara, mengingat perjalanannya ke beberapa daerah seorang diri hanya sekedar memuaskan dahaganya akan travelling. Pun si Nadia, sy kira ia bukan seorang wanita yang manja.
Tak jarang pula sy berimajinasi. Memvisualisasikan. Dibalik tulisan mereka yang indah, kira-kira seperti apa ya rupa mereka? Benak pun lantas terkonsepkan satu rupa. Maniskah? Cantikkah? Tapi satu yang pasti, si Nadia itu cantik sekali. Sy telah melihat fotonya
Ahh, betah rasanya duduk berlama-lama di depan monitor menyerap energi yang mereka keluarkan lewat kata-kata. Sungguh menyenangkan. Seperti halnya kesenangan yang tercipta dari bermain dengan anak-anak ingusan lainnya di got atau comberan. Lebih-lebih kalau hari turun hujan. Wuih, kegembiraan tiada tara
saya adalah penggemar berat anda …. terus menulis ya
'wisni' — January 17, 2008 @ 11:09 pm