Celoteh Benak






         

February 17, 2008

cuma (celoteh) iseng

Filed under: Uncategorized — celotehbenak @ 9:15 pm

Iya, betul bro. Sy baru tahu kalau si pelafal dialog; “Basi, madingnya udah siap terbit!” dalam film AADC sekarang sudah mulai nge-blog. Sy juga baru tahu, belum lama blog-nya di-publish, eh ternyata banyak banget-banget yang antri macam antri minyak tanah untuk berebut dulu-duluan menorehkan komentar.

Dari sekian banyak komentar itu, sudah barang tentu tukang komentarnya berkelamin laki-laki, ada yang memroklamasikan akan menjadi pengunjung setia blog-nya meski baru beberapa hari blog-nya di-publish. Halah, halah, halah, kayak yang ngerti aja. Emang ’setia’ apaan?? Belon pernah miskin aje lu pade!

Dari sekian banyak komentar itu pulalah celoteh ini bermula, bukan dari hasil rangkaian kata-kata si pemilik blog yang seharusnya (menurut sy) menjadi kekuatan setiap blogger untuk menarik minat siapapun yang berkunjung, membuatnya betah berlama-lama, dan membuatnya ingin lagi berkunjung kembali.

Mencerna. Memahami maksudnya. Cukup. Maaf, baru sebatas itu. Belum sampai membuat sy untuk berdecak kagum dan bahkan untuk berujar; hebat, nih orang.

Rasanya seperti membaca datar catatan harian seseorang saja. Orang itu pergi kemana saja, lalu melakukan aktivitas apa saja, dan bertemu siapa saja. Efek kejutnya, mungkin, pada penggunaan kata-kata seperti ‘anjrit’, ‘duaarr’, atau, misalnya, aktivitas remeh seperti bangun kesiangan lalu terbirit-birit menuju ke tempat tujuan dengan muka masih kucel karena cuma sempat mandi koboy, lalu merasa takjub bisa tiba di tempat tujuan dalam waktu singkat tidak seperti waktu tempuh biasanya di tengah kemacetan kota besar macam Jakarta Raya ini. Itu semua, bisa jadi sebagian kebiasaan yang pernah kita alami juga. Cita rasa lain kesehariannya ketika dibandingkan sosoknya yang kita kenal di film atau di televisi. Hei, ternyata si pemilik blog itu juga manusia, sama halnya seperti kita :D
Menarik. Kok, bisa banyak begitu ya komentar-komentarnya? Itu temannya semua? Teman sy, yang kalau dilihat dari friendlist-nya, jumlah temannya mencapai dua ratusan, tetapi kalau dilihat dari jumlah komentar dalam blog-nya tidak mencapai angka puluhan. Nah lho, friend lainnya pada kemana ya? Apa tidak ingin tahu keseharian temannya apa? Hmm, apa karena si pemilik blog itu artis ya, terkenal, cantik pula makanya para tukang komentar seperti berlomba-lomba dulu-duluan menunjukkan ke-friendship-annya. Terus, bagaimana kalau si pemilik blog itu ternyata cuma orang biasa macam sy ini; si penggiat mimpi. Bukan artis, benar-benar orang biasa, biasa banget, banget-banget, tidak terkenal, dan tidak gant.. yah, kalau bicara paras, sy yakin semua teman-teman sy setuju kalau sy ini ganteng. Meski tidak ganteng-ganteng amat, tetapi ganteng dikitlah bila dibandingkan si amat. Apakah akan masih bisa menarik minat para tukang komentar sebanyak itu?

Oke, terus kenapa?

Yaaa, ga kenapa-kenapa juga sih. Cuma, yaaa, ya gitu deh. Cumaaa, tulisan ini mah cuma iseng aja kok. Cuma celoteh seorang biasa yang tidak terkenal untuk idolanya yang kini tak lagi dikaguminya.

Peace :D