Celoteh Benak






         

May 19, 2008

Mencari jalan pulang

Filed under: Uncategorized — celotehbenak @ 9:06 pm

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun

Terbayangkan oleh benakku, di atas gundukan tanah merah yang masih basah, pelayat menaburkan kembang kesedihan sembari mendendangkan getir senandung kerinduan.  Betapa kehilangan orang tercinta begitu mengguncang jiwa.  Aku ada di sana hari itu, saat sore diiris gerimis airmata, untuk memberikan ucapan selamat jalan kepada ayah dari seorang sahabatku yang telah pergi meninggalkan dunia ini.

Terbayangkan oleh benakku, pada kayu bercat putih yang telah mengukir namanya juga semua kenangan yang tercipata pada putaran waktu, betapa setiap jiwa yang mati akan keras bekerja mencari jalan pulang.  Jalan sepi yang panjang yang kelak pasti akan ku lalui nanti.  Jalan sepi yang panjang yang belum sepenuhnya ku pahami kini.  Menimbulkan ketakutan yang menuntunku mencari jalan itu.  Dan tak ketemu.  Ketakutan hanya membawaku kepada lautan pemikiran.  Ketersesatan yang ke sekian kalinya.  Keterasingan dalam riak airmata pelayat.

Aku memaki jiwaku.  Betapa pandirnya ia karena ketidakbecusannya menciptakan sebuah jembatan ke langit dari setiap luka yang tercipta juga airmata dalam hidupku.  Aku memaki jiwaku.  Menjerit kepada langit yang setiap jeritanku semakin mengeraskan hatiku.

Ya, Rahmaan.  Ya, Rahiim.  Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orangn-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.  (Al-Faatihah)

Sekarang langit tak lagi gerimis.  Hanya menyisakan mendung di hati.  Hanya menyisakan jejak yang masih tertinggal di tanah basah ketika kaki melangkah.  Saatnya aku pamit, setelah sebelumnya mengokohkan semangat sahabatku, untuk melanjutkan perjalananku mencari jalan pulang yang membawaku kepada ketenangan.  Ya, tenang.  Jiwa yang tenang.  AKu ingin tenang.

May 18, 2008

Memeluk Mei

Filed under: Uncategorized — celotehbenak @ 12:14 am

Aku menatap kalender yang tergeletak di atas monitorku.  Setelah
April yang tak tentu berlalu, kadang hujang kadang panas, giliran Mei
yang akan berlaku.  Satu bulan dari dua belas bulan yang selalu ku
nanti belaiannya selain bulan syawal :p.  Lalu, seperti
bulan-bulan yang telah pergi tahun ini, separuh Mei kali ini juga
sepertinya tak ada apa-apa.  Tak ada kesibukan.  Kalaupun sibuk, itupun
sibuk mencari kesibukan :D

Masih giat bermimpi, dan kerap menyesuaikan diri dengan realita yang ada.  Gagal.  Gagal.  Sepertinya kali ini akan berhasil.  Weks, gagal lagi.  Gagal.  Gagal.  Yes, akhirnya berha.. tapi kok?!
Yah, begitulah.  Menerima dengan segenap hati setiap buah dari benih
yang tertanam dimasa lalu.  Tidak membuang semua kegagalan itu, tetapi
menumpuknya di keranjang insert coin jika dirasa kegagalan
itu sewaktu-waktu masih bisa ditaklukan dengan taktik yang berbeda.
Termasuk kegagalan dalam memadu asmara.  Jadi, lupakan saja dia
sekarang untuk sementara.  Fokus mengelola diri dan menata kembali sisi
lain dalam hidup.  Lalu, muncul kembali dari persembunyian disaat yang
tepat (semoga saat yang tepat itu senantiasa ada) dan membiarkan takdir
menuliskannya dalam lembaran kisah asmaraku.  Yah, siapa yang tahu.  Skill mah belakangan, hasil jeblok juga gapape, yang penting fighting spirit! 
Begitulah aku biasa menghibur diri dan menahan perih.  Karena ku tahu
ada banyak tanya darinya mengenai langkah yang ku ambil ini.

Dengan menyebut nama Tuhanku Yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang.  Semoga hal yang telah terjadi bukanlah sebuah dosa, tetapi
hanyalah sepenggal do’a dari Adam untuk Hawa yang merindukan cinta-Nya
agar cenderung tentram.  Semoga Ia berkenan.  Amiin.

Aku tahu, aku lahir ke dunia disertai dengan banyak harapan.
Harapan orang tua, harapan teman-teman, serta harapan Hudhud, yang juga
telah menjadi harapan terbesarku.  Setelah mengikuti Musyawarah Burung,
yaitu untuk menemui Simurgh.  Rasanya terjal sekali menuju kesana.
Meski ku tahu dengan pasti bahwa ada taman yang teramat indah di ujung
jalan yang terjal dan berbatu ini.

Kasihan anak Adam,
padahal mengangkat bebatuan lebih mudah baginya
daripada meninggalkan dosa-dosa
(Yahya bin Mu’adz)

Pada akhirnya, untuk jiwaku yang ada pada-Nya dalam genggaman.
Selamat mencumbui Mei.  Semoga separuh Mei yang tersisa dan bulan-bulan
selanjutnya menjadi jauuuhh lebih nikmat, atau setidaknya sedikiiitt
lebih nikmat dari tahun-tahun yang telah lalu.  Harapan ini semoga juga
menyertai kepada sahabat-sahabatku lainnya yang juga ikutan sibuk
mencumbui Mei:  David Beckham (2 Mei), Cesc Fabregas (4 Mei), Patrice
Evra (15 Mei), Ricardo Carvalho (18 Mei), Andra Pirlo (19 Mei), Iker
Casillas dan Peter Cech (20 Mei), serta Steven Gerrard (30 Mei).  Forza
Milan, and you’ll never walk alone!  Hehehe…