Celoteh Benak






         

April 25, 2007

conversation*

Filed under: Uncategorized — celotehbenak @ 9:31 pm

Jangan mengharapkan istri seperti Sayyidatina Fatimah kalau pribadimu belum lagi seperti Sayyida Ali (author unknown)

Aku menginginkan calon istriku kelak
Berjilbab panjang dan menganggap sholat adalah kebutuhannya
Menyiapkan bekal, berdua kita membangun surga
Jika itu menjadi kenyataan, aku akan sangat bersyukur
Tapi aku sadar, rasanya aku tau siapa aku

Maka aku menginginkan calon istriku kelak
Berjilbab tak perlu panjang, modispun tak mengapa
Meski ia menganggap sholat adalah sekedar kewajibannya
Asal ada kecenderungan untuk berjilbab panjang pada akhirnya
Tak mengapa, ku bimbing kau wahai belahan jiwa
Jika itu menjadi kenyataan, aku akan sangat bersyukur
Tapi kembali aku sadar, rasanya aku tau siapa aku

Maka aku menginginkan calon istriku kelak
Tak berjilbab pun tak mengapa, asal berpakaian sopan
dan ada kecenderungan untuk memakai jilbab
Meski ia menganggap ringan perkara sholat
Tak menjadi masalah, ku ajari kau
Karena aku cinta kamu
Jika itu menjadi kenyataan, aku akan sangat bersyukur
Tapi lagi-lagi aku sadar, rasanya aku tau siapa aku

AKu, pribadi yang sibuk dengan dosa-dosa

Maka akupun memutuskan untuk memfokuskan pada diriku sendiri
Sekuat tenaga, aku coba tambal kantong imanku yang kerap bolong
Sekuat tenaga, ku perpanjang malamku dan ku bersihkan siangku
Sekuat tenaga, ku jaga lisanku dan ku pelihara kemaluanku
Ku hambakan diriku pada-Mu Ya Allah Ya Rahman Ya Rahiim
Karena sesungguhnya,
Engkau akan menjadikan seorang hamba dicintai oleh makhluk-Nya
menurut kadar kecintaannya kepada-Mu (Yahya bin Mu’adz)

Sekarang, ku pasrahkan pada pilihan-Mu Wahai Penenang Jiwa

Jika aku mencintai-Nya, Dia memeliharaku
Dan jika aku ikhlas, Dia membisikiku
Jika aku berbuat lalai, Dia memaafkanku
Jika aku berbuat baik, Dia membalasku

Wahai kekasihku,
Engkau Maha Pemurah kepadaku
Maka, singkirkanlah semua kesedihanku
Hanya kepada Engkaulah kerinduanku
Dengan segenap hatiku, lahir dan batin
-Yahya bin Mu’adz-

*perbincangan 2hari lalu dengan seorang teman yang tak lagi percaya Cinta di pelataran sebuah mesjid di Depok saat turun hujan :D

February 25, 2006

kopipaste; itu baru cinta

Filed under: Uncategorized — celotehbenak @ 1:33 am

“…yang
suka bikin saya feelin blue bukan pasangan muda yang bersemangat
memamerkan api cintanya membara dimana-mana, tapi saya suka terharu
kalau papasan sama pasangan kakek-kakek dan nenek-nenek yang
berbelanja, nyebrang jalan, atau sekedar duduk di halte menunggu bis,
dalam diam sambil berpegangan tangan. isn’t that sweet ? maksudnya,
bangun tiap pagi dan melihat satu wajah yang sama for the rest of your
life ? i dunno …pasti namanya bukan lagi cinta. entah, persahabatan?
persaudaraan?”

Saya
tertarik dengan kalimat-kalimat nya di salah satu tulisan di blog-nya.
Salah satunya yang saya kutip di atas. Saya juga pernah menulis tentang
hal yang kurang lebih sama.
Bahwa seperti yang juga sempat Dee singgung di Supernova-nya.

 

Bahwa
cinta yang membuat tertegun ketika kita berkesempatan menyaksikan
langsung adalah bukan sama sekali cinta yang diatasnamakan dengan PDA
(public display affection) yang kadang lebih terlihat ’kampungan’
daripada ’mengharukan’ dari segi romantisme. (hei ada yg nonton ‘katakan cinta’?? ato ‘kontak jodoh’??)

 

Tapi
adalah cinta yang tenang. Penuh kepercayaan pada satu sama lain, bahwa
mereka akan bertanggungjawab pada pasangannya. Saling mengisi, menjaga,
mengatasnamakan diri. Sehingga tidak ada lagi dia atau saya, yang ada
hanya kami, dengan komitmen untuk membahagiakan satu sama lain,
menghangatkan hari orang-orang sekitar yang berinteraksi dengannya.

 

Saya
berharap bisa merasakan cinta itu hingga nanti. Saat saya dan pasangan tak
lagi bisa menemukan keindahan fisik dari masing-masing diri secara
standar, seperti kulit kencang, badan tegap, senyum menyengangkan
karena gusi masih tertopang gigi, dan lainnya. Karena cinta yang tulus,
hangat dan menerima apa adanya ditengah kebiasaan untuk saling
menghargai akan tak luntur dengan hilangnya perlahan
keindahan-keindahan fisik itu.

 

Tentu
saat itu rasa syukur saya akan kehadiran seorang pendamping hidup akan
semakin bertambah. Berterima kasih pada-Nya tanpa henti atas cinta
karena-Nya yang diberikan pada saya melalui pasangan saya hingga saat itu
tiba. Saat cinta teruji akan ketulusannya…..

*kopipaste; itu baru cinta dr halaman zirlygita.multiply.com .sudah sy edatedit biar pesan yg ingin sy sampein nyampe.oia kopipaste ini tnp seijin yg punya :p*
 

« Previous Page